GASTRITIS ????
Penyakit gastritis merupakan penyakit
pada saluran pencernaan. Penyakit gastritis biasanya disebut dengan penyakit
maag atau penyakit radang lambung. Gastritis merupakan suatu peradangan mukosa lambung
yang bisa bersifat akut, kronis difusi dan lokal.1 Penyakit ini
termasuk penyakit yang sudah tidak asing lagi di telinga manusia. Karena
penyakit ini banyak menyerang di masyarakat. Penyakit ini bisa menyerang siapa
saja, bisa menyerang di kalangan anak-anak hingga kalangan lanjut usia
sekalipun. Penyakit gangguan pencernaan ini menurut masyarakat penyakit yang
sudah biasa. Penyakit ini yang awalnya memang cukup tidak berbahaya tetapi lama
kelamaan akan berbahaya apabila tidak diobati. Gejala yang timbul dari penyakit
ini biasanya terasa nyeri di ulu hati, sering mual, muntah, rasa penuh, dan
rasa tidak nyaman.2 Gastritis akan mempengaruhi timbulnya
pengeluaran asam lambung yang berlebihan, pertahanan dinding lambung yang
lemah, infeksi helicobacter pylory,
gangguan gerakan saluran pencernaan, stres psikologis.2 Penyebab
gastritis ini adalah zat yang dapat mengihibisi sekresi asam lambung. Seperti
histamin dan anti inflamasi non steroid. Selain itu, kerja yang cukup berat,
pikiran tegang, tidak tenang atau kurang tidurpun juga bisa menyebabkan kadar
asam lambung tinggi. Kadar asam lambung yang tinggi inilah menjadi pemicu
timbulnya sakit gastritis atau maag. Kebiasaan seperti sering terlambat makan,
kebiasaan minum obat yang bersifat asam saat perut dalam keadaan kosong, minum
minuman yang beralkohol, dan menghisap rokok berlebihan juga dapat menjadi
penyebab penyakit ini 3. Gastritis atau sakit maag ini bisa
disebabkan oleh bakteri yaitu bakteri H.Pylory.
Bakteri ini memerlukan urea (hasil akhir utama dari metabolisme protein
mamalia) serta hemin (pigmen merah dalam darah) untuk berkembang biak. Bakteri
kalau tidak dibasmi tentunya akan hidup subur dan bisa akan bertahan sampai puluhan
tahunn di lambung. Menurut dr.H.Chudahman Manan, D.S.P.D.,gastroentrolog dari
FKUI-RSUPN Mangunkusumo mengemukakan penularan bakteri ini melalui ludah dan
feses yang masuk melalui mulut. Contoh penggunaan gelas atau piring yang
terkontaminasi feses yang mengandung bakteri tersebut. Sementara itu di jepang,
setiap 4-5 orang di bawah usia 30-an sudah terinfeksi oleh bakteri ini meskipun
mereka tampak sehat. Orang yang terinfeksi sudah hampir 50%. Seperti yang
dijelaskan hasil penelitian di Jepang dan Australia menunjukan, infeksi pertama
justru jarang pada usia dewasa dan bukti ini terlihat dalam suatu penelitian di
Hiroshima, Jepang terhadap orang yang berusia 25-35, yang sudah terinfeksi 15
tahun yang lalu sebanyak 54% dan yang baru sebanyak 27%.2 Ini
menunjukan bahwa tingkat terinfeksi lebih rendah pada lingkungan yang higinis
dibandingkan dengan lingkungan yang sistem pembuangan kotoran tidak baik. Untuk
menghindari terjangkitnya penyakit ini maka diperlukan suatu pencegahan
meliputi : atur pola makan, olaaahraga yang teratur, hindari makanan yang berlemak
tinggi yang menghambat pengosongan isi lambung, hindari makanan yang
menimbulkan gas di lambung, hindari minuman kadar kafein, hindari obat yang
mengiritasi lambaung, kelola stres psikologis seefisien mungkin 2. Selain
upaya dalam pencegahan tentu saja diperlukan suatu pengobatan. Pengobatan untuk
penyembuhan ini dapat dilakukan secara tradisional dan secara modern. Oleh
karena itu, paparan ini akan menjelaskan mengenai pengobatan yang dilakukan untuk
mengobati penyakit gastritis. Pengobatan ini bisa dilakukan secara tradisional
dan modern. Pengobatan secara tradisional maupun modern pastinya memiliki
kelebihan dan kelemahan dari masing-masing pengobatan tersebut.
Pengobatan secara tradisional, untuk
mengobati penyakit gastritis atau maag dapat dilakukan secara tradisional.
Upaya pengobatan secara tradisional ini biasanya menggunakan bahan-bahan alami
seperti tanaman obat-obatan atau empon-empon dalam bahasa jawa. Salah satunya
yaitu kunyit (Curcuma longa atau C.Domestica) dan beberapa tambahan
empon-empon. Cara membuatnya :
15
gram kunyit + 20 gram temu lawak + 20 gram 20 gram kencur, bahan-bahan tersebut
di blender dengan air secukupnya, dia ambil airnya, kemudian di tambah madu,
aduk secara merata, ramuan tradisional siap diminum.4 Pengobatan
secara tradisional ini tentunya juga memiliki manfaat yang sama dengan
pengobatan modren. Pengobatan tradisional justru memiliki sedikit efek samping.
Manfaat atau kelebihan dari metode tradisional atau konvensional diantaranya
Pertama, tanaman tradisional seperti kunyit
yang digunakan dalam pengobatan tersebut memilki sifat demulcent, antasid, dan
astringed.2 Sifat ini baik untuk pengobatan luka yang biasa terjadi di
lambung yang mengakibatkan penyakit gastristis tadi. Sifat-sifat kunyit yang
dapat menyembuhkan luka pada lambung ini sudah dilaporkan sejak tahun 1953. Hal
ini di dukung dengan sebuah penelitian. Objek penelitian ini menggunakan
kelinci dan tikus. Pada hasilnya penelitian tersebut menunjukan bahwa
pengobatan dengan kunyit laju penyembuhan meningkat 23,3% pada kelinci dan
24,4% pada tikus. Pemberian ekstrak air atau ekstrak etanol kunyit secara oral
pada kelinci secara nyata mampu untuk menurunkan sekresi asam lambung dan mampu
untuk meningkatkan produksi mukus pada mukosa lambung. Hasil dari penelitian
ini, dapat diperlihatkan atau dapat diketahui efek terapeutik dari kunyit itu
sendiri untuk penyakit lambung yang di
mungkinkan akibat dari efek stimulasi mukus.2 Oleh karena itu kunyit
jelas-jelas bisa digunakan untuk pengobatan gastritis atau maag dengan sifat demulcent,
antasid, dan astringed yang ada. Pengobatan tradisional ini pun tidak akan
menimbulkan efek samping yang berbahaya jika di konsumsi. Secara eksperimental,
kurkumin atau kunyit ini terbukti efektif mencegah dan mengobati luka lambung
yang di picu oleh phenylbutazone dan
aspirin.5
Kedua, kelebihan dari pengobatan
tradisional ini yaitu pengobatan ini dilakukan dengan menetralkan asam lambung,
mengurangi produksi asam lambung yang tinggi yang dapat diketahui sebagai
penyebab timbulnya penyakit gastritis atau maag, mengobati infeksi pada selaput
lendir lambung, mampu mengurangi rasa sakit akibat dari iritasi selaput lendir,
dan juga akibat dari kekejangan otot dinding lambung.3 Cara
pengobatan ini merupakan cara pengobatan yang efektif. Selain dengan menggunakan
kunyit, penyakit maag ini bisa di obati juga dengan menggunakan bawang putih (Allium sativum). Bawang putih ini
memiliki nama tersendiri di setiap daerah. Dalam penggunaanya caranya beberapa
bawang putih di tumbuk, ditrambahkan garam secukupnya, lalu di tumbuk,
tambahkan air hangat dan disajikan 1-2 kali sehari.6 Bawang putih
ini mengandung yodium yang cukup tinggi.6
Di samping ada pengobatan tradisional
tentunya ada juga pengobatan secara modern. Pengobatan secara modern merupakan
cara pengobatan yang dalam mengobati penyakit tersebut akan mengaitkan hal-hal
atau bahan-bahan kimia. Pertama, obat modern yang bisa digunakan untuk
menyembuhkan penyakit gastritis atau maag yaitu obat golongan antasida dalam obat
maag. Obat golongan antasida ini meliputi : obat dengan kombinasi Alumunium
Hidroksida, Magnesium Trisilikat, Dimetil Polisiloksan. Manfaat obat ini umtuk
mengurangi asam lambung dan melapisi mukosa lambung. Nama dagang atau nama obat
yang ada di apotek dan lain-lain yang bisa kita jumpai dari obat ini diantaranya:
Alumy (Coronet), Biogastron (Bernofarm), Dexanta (Dexa Medica), Farmactol Fort
(Pratama Nirmala), Gastrina (Meprofarm), Gelusil II, Gelusil MPS (Warner
Lambert), Gestabil (Combhipar), Gestamag (Metiska Farma), Magenel (Nellco),
Magikur DX(Shering Indonesia), Magnagel (Phapros), Mogtral (Otto), Polycrol,
Polycrol Forte, Polycrol 400 (Nicholas), Polysilane (Pharos Indonesia), Vormag
(Tempo Scan Pasific).7
Kedua, pengobatan gastritis atau maag
secara modern dengan terapi enzim. Manfaat pengobatan terapi enzim ini untuk
mengobati gangguan pada pankreas, mukosa lambung, dan empedu. Enzim yang
berperan dalam pengobatann tersebut diantaranya :
1. Enzim
pepsin, enzim ini diproduksi oleh selaput lendir yang bersifat proteolotik (
menguraikan protein menjadi peptida). Beberapa enzim di dalam usus juga
bersifat proteolitik. Kekurangan peptin di dalam lambung tidaklah
mengkhawatirkan.7
2. Enzim
pankreas, enzim ini terdiri dari amilase, tripsin, lipase. Kegunaan enzim ini
membantu pencernaan di usus pada sprue dan digunakan pada kekurangan selusi
pankreas di radang pankreas. Nama dagang dari produk enzim ini Bersymplex
(Bernofarm).7
3. Pankreatin
dimetilpolisilokasan, nama dagang enzim ini yaitu Enzyplex (Medifarma),
Tripanzym (Sanbe Farma), Pankreoflat (Kimia Farma).7
4. Enzim
Amilase, Protrase, Multivitamin. Nama dagang enzim ini Pankreon For Children
(Kimia Farma).7
5. Empedu
dan Asam Empedu, manfaatnya untuk membantu proses emulsifikasi dan resorpsi
lemah di saluran pencernaan, untuk meningkatakan daya kerja lipase serta proses
resorpsi vitamin yang larut dalam lemak (A,D,E dan K). Sebagian dari terapi
enzim ini juga memiliki efek samping. Pada penggunaan enzim empedu dan asam
empedu memiliki efek samping yang bisa menyebabkan diare dan kerusakan sel hati.7
6. Kombinasi
Pankreatin, Ekstrak Empedu.7
7. Kalsium
Karbonat, kalsium karbonat adalah karbonat pertama yang digunakan sebagai
antasidum yang memiliki efek baik sekali. Zat ini menetralkan asam lambung
sambil melepaskan banyak gas karbondioksida. Pada penggunaan kalsium karboant
juga bisa menyebabkan sembelit (konstipasi), wasir, pendarahan anus, tinja
menjadi mengeras, apendiks atau usus buntu akut, membuat perut kembung,
meningkatkan produksi asam lambung.8
8. Kombinasi
Kalsium Karbonat, Magnesium Trisilikat, Emulsi silikon dan Bentonit.7
9. Senyawa
Magnesium (Magnesium oksida, Magnesium Karbonat, dan Magnesium Trisilikat). Kelebihan
dan kegunaan obat ini, magnesium oksida lebih efektif mengikat asam. Magnesium
trisilikat mempunyai daya netralisasi cukup baik, juga berkhasiat untuk
menyerap zat-zat lain pada permukaannya. Obat dari senyawa magnesium (magnesium
oksida, magnesium karbonat, magnesium trisilikat) efek sampingnya bisa membuat
kadar magnesium menjadi tinggi khusunya pada penderita gangguan ginjal atau
dapat menimbulkan pembentukan batu ginjal.7,8
Pengobatan yang dilakukan saat ini,
masyarakat biasanya sering menggunakan pengobatan secara modern karena
pengobatan modern yang saat ini ada yaitu berupa obat-obatan seperti pil,
kapsul, sirup dan lain-lain yang mudah di cari orang di setiap apotek-apotek
dan bentuknya pun sudah jadi (instant). Di banding dengan pengobatan secara
tradisional yang mungkin dalam penggunaanya atau pembuatanya cukup memerlukan
waktu. Tetapi pengobatan tradisional ini lebih murah, pencarian bahannya pun
juga mudah, pembuatanya pun juga mudah. Selain itu pengobatan secara
tradisional ini sudah terbukti efektif untuk mengobati penyakit gastritis dan
yang menjadikan lebih baik dari pengobatan tradisional ini yaitu tidak
menimbulkan efek samping dan sangat aman apabila untuk dikonsumsi. Dalam
pengkonsumsian ini asalkan tetap dalam dosis yang benar. Pengobatan secara
tradisional tentunya tidak menggunakan bahan-bahan kimia berbeda dengan obat
modern yang di dalamnya terkandung bahan kimia. Dengan adanya bahan kimia
tentunya memiliki efek-efek samping. Dan obat modern ini juga tidak baik bila
digunakan dalam jangka panjang dan jumlah yang berlebihan. Jadi obat
tradisional lebih baik dari pada obat modern yang berbau kimia.
DAFTAR
PUSTAKA
2.
Misnadiarly.Mengenal Penyakit Organ Cerna:Gastritis (Dyspepsia atau
maag),Infeksi Mycobacteria pada Ulcer Gastrointestinal.Edisi
kesatu.Jakarta:Pustaka Populer Obor;2009.
4.
Wijayakusuma HMH.Penyembuhan dengan Jus.Edisi ketiga.Jakarta:Milenia
Populer;2003.